True
GRID_STYLE
TRUE

Breaking News

latest

Advertisement

Cak Imin Ungkap Strategi Dahsyat PKB untuk Raih 70 Persen Suara NU di Jawa Timur

Cak Imin Ungkap Strategi Dahsyat PKB untuk Raih 70 Persen Suara NU di Jawa Timur OnePedia.Web.Id - Dalam langkah strategis menuju Pemilihan...

    Cak Imin Ungkap Strategi Dahsyat PKB untuk Raih 70 Persen Suara NU di Jawa Timur

    Cak Imin Ungkap Strategi Dahsyat PKB untuk Raih 70 Persen Suara NU di Jawa Timur [ One Pedia - OnePedia.Web.Id ]

    OnePedia.Web.Id - Dalam langkah strategis menuju Pemilihan Presiden 2024, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, telah mengungkapkan rencana brilian untuk mengamankan suara kaum nahdliyin di Jawa Timur. Dengan penuh keyakinan, Cak Imin mengumumkan target fantastis: "Minimal 50 sampai 70 persen!"

    Di tengah sorotan politik yang semakin intens, Cak Imin menjelaskan bahwa strategi PKB melibatkan tiga pilar penting: budaya, struktur partai, dan kaum milenial. "Kami akan memanfaatkan ketiganya secara maksimal," ujar Cak Imin, sambil menyoroti betapa vitalnya budaya, struktur PKB yang kokoh, dan kehadiran kaum milenial dalam upaya meraih sukses di Jawa Timur.

    Langkah terbaru ini semakin menegaskan kemungkinan kemenangan pasangan "AMIN" (Anies-Muhaimin) dalam Pilpres 2024, terutama setelah mendapatkan dukungan resmi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Cak Imin mengungkapkan, "Dewan Pimpinan Pusat PKS telah meningkatkan kehadiran mereka, terutama di basis-basis kekuatan PKS di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan beberapa wilayah Sumatera."

    Dengan dukungan yang semakin menguat, Cak Imin optimis bahwa pasangan AMIN memiliki potensi awal dari partai-partai pendukung sebanyak 39 juta suara. Namun, ia juga menegaskan bahwa Koalisi Perubahan yang saat ini terdiri dari Partai NasDem, PKB, dan PKS berharap dapat menambahkan partai lain ke dalam aliansi mereka untuk menguatkan posisi mereka dalam persaingan Pilpres 2024. "Kami pasti berharap ada partai lain yang akan bergabung," tegasnya.

    Sebelumnya, Rapat Majelis Syura PKS secara resmi memberikan restu kepada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024. Dengan berjalannya waktu, tahapan selanjutnya adalah pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden, yang awalnya dijadwalkan dari 19 Oktober hingga 25 November 2023, namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan untuk memajukan jadwal pendaftaran menjadi 10-16 Oktober 2023.

    Perlu diingat bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden harus memenuhi persyaratan dukungan minimal 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya. Dengan total 575 kursi di parlemen, pasangan calon harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Dalam kontestasi politik yang semakin memanas ini, langkah strategis dan dukungan yang kuat akan menjadi kunci untuk memenangkan hati kaum nahdliyin di Jawa Timur dan, akhirnya, Pilpres 2024. Kita akan terus mengikuti perkembangan selanjutnya dalam persaingan politik yang memikat ini.

    Tidak ada komentar

    Opedi memerlukan kritik dan saran dari sobat Opedi demi kelangsungan blog ini.
    Buat yang sekadar ingin komentar dipersilahkan.
    Budidayakan berkomentar dengan perkataan yang baik.

    Advertisement