True
GRID_STYLE
TRUE

Breaking News

latest

Advertisement

Keluarga di Dunia Keluarga di Surga

Khutbah idul fithri 1445 H/2024 Keluarga di Dunia Keluarga di Surga Disampaikan Oleh: Ustadz Husain Abdul Majid, S.Pd.I Majelis Tarjih dan. ...

    Khutbah idul fithri 1445 H/2024

    Keluarga di Dunia Keluarga di Surga

    Keluarga di Dunia Keluarga di Surga - MBAJ

    Disampaikan Oleh: Ustadz Husain Abdul Majid, S.Pd.I

    Majelis Tarjih dan. Tajdid PDM Babupaten, Mazzlast

    إن الحمد لله نحمده ونستعيلة واستغفره، ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فلا هادي له.

    إلا الله وحده لا شريك له فكل النفوس له بليلة عالية، وأشهد أن محمداً عبدَهُ وَرَسُولَهُ الْقَائِمُ بِأَمْرِ رَبِّهِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً التشهد أن لا إله إ على محمد وعلى اله وعلى الصحابة والتابعين لهم بإحسان ما فرعت الأقدام المالكة، وسلم . تسليما صلى الله بَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ الْقَانِهِ وَلَا تَمْوَلُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ بَأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ به والأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْنَا

    وَقَالَ عَليه الصلاة والسلام الى الله حيث ما كلت وأتبع السيئة الحسنة لمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ يَخْلُقَ حَسَنٍ الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله اكبر ولله الحمد

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Segala puji bagi Allah yang memiliki nama yang mulia ar-Rahman ar-Rahim yung dengan rahmat-Nyu menciptakan rahim dan mengambilnya dari nama-Nya. Siapa yang menyambungnya, niscaya Dia akan menjagah aknya. Dan siapa yang memutusnys, niscaya Dia akan memutua dirinya

    Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjtangan kita, buginda Rasulullah shallallahu 'alaihi waliam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang senantiasa mengikuti petunjuk belian hingga akhir zaman. Amin.

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam teladan terdepan dalam menjalin tali kekerabatın dan silaturahmi Bahkan istri tersayang beliau, Sayyidah Khadijah al-Kubra, menyelut suaminya sebagai sosok lulur yang gemar menyambung kekeluargaan dan berkata benar. Begitu sempurnanya sampai-sampai belian mendapatkan gelar al- Amin dari umat, bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi.

    الله اكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَل وَالِلَّهِ الْحَمْدُ

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Di pagi yang berlimpah keberkahan ini, hari raya Idul Fitri 2024 Masehi 1445 Huriyah, umat Islam seluruh penjuru dunia berduyun-duyun menuju tanah lapang dan masjid seraya mengagungkan asma Allah, untuk menjalankan salah satu sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yakni melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah dan mendengarkan khutbah,

    Semoga amal ibadah kita sepanjang Ramadhan ini, shiyam, qiyam, tilawah, sedekah, dan amal ibadah kita lainnya, seluruhnya diterima Allah Ta'ala. Semoga ibadah kita selama ini mampu memompa spirit untuk meningkatkan level ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala, mendapatkan rahmat dan ridha-Nya serta dihapuskan dosa-dosanya. Amin.

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Momen berkumpul bersama segenap keluarga adalah saat palinį, ditunggu dan dinantikan. Terlebih pada momenl ebaran Idul Fitri.

    Di Indonesia dikenal tradisi 'mudik" yang seolah menjadi ritual wajib. Perjalanan dengan jarak tempuh yang jauh dan melelahkan, belum lagi kemacetan dan harga tiket yang mahal seolah tidak menjadi kendala dan penghalang demi bisa berkumpul bersama keluarga.

    Di Indonesia acara kumpul bareng dan forum silaturrahmi keluarga ini lazim dikenal dengan tradisi halal bihalal.

    Dulam lingkup yang lebih kecil, sebenarnya acara kumpul bareng sudah dimulai sejak Ramadhan. Dari mulai acara ifihar (berbuka) dan makan sahur bersama keluarga. Hal yang tampak sepele, tapi di era modem saat ini rutinitas makan bersama keluarga mulai jarang dilakukan. Padahal dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa makan bersama akan mendatangkan keberkahan.

    Sebagaimana diterangkan oleh Imam Abu Daud, hadits nomor 3764, bahwa sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan, "Ya Rasululloh seungguhnya kami selalu makun namun tidak pernah kenyang."

    "Mungkin kalian makan berpisah-pisah?" Tanya Nabi. Mereka menjawab "Ya.

    Kemudian beliau bersabda, "Berjamaahlah kalian di waktu makan, sebutlah asma Allah, niscaya kalian akan diberi keberkahan."

    Momen kumpul bareng lainnya adalah shalat tarawih berjamaah, sehingga terjadilah silaturrahmi dan hubungan sesama muslim di suatu kawasan.

    Dalam konteks ibadah yang lain, ada zakat dan sedekah yang menghubungkan si kaya dan si miskin.

    Begitu pun momen umrah yang mempertemukan sesama muslim dari berbagai bangsa, banyak dilakukan di bulan Ramadhan. Maka alangkah eloknya jika tradisi silaturrahimi dan saling mengunjungi ini tidak hanya terjadi sast momen lebaran.

    الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا إله إلا الله واللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Konon, momen serupa mudik, yakni saling mengunjungi dan kumpul boreng keluarga seperti itu kelak sangat didambakan di akhirat, jauh melampaui kerinduan mereka saat terpisah jarak dan waktu kala di dunia. Yakni reuni di Surga Adn. Allah berfirman,

    جنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَها ومن صلح من آبائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

    "(yaitu) Surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari

    bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (OS, Ar-Ra'du: 23)

    Pertemuan akbar keluarga Surga ini, dihadiri dzurriyah (keturunan) mereka yang mukmin dan layak menghuni Surga.

    Wallahu a'lam, bahkan uniknya, pertemuan itu menjadi ajang pertemuan di antara mereka yang di dunia bahkan belum pernah berjumpa atau bertemu hanya saat masih belia, lalu di akhirat dipertemukan dalam usia sebaya. Sebagaimana dalam hadits dari Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

    يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جزدًا مزدا مُكَحَلِينَ، بَنِي ثَلَاثٍ وَثَلاثِينَ

    "Penduduk Surga akan masuk Surga dalam keadaan jurdan, murdan, bercelak, di usia 30 atau 33 tahun." (HR. At-Tirmizi No. 2545)

    Imam Ibnu Katsir menjelaskan, "Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam Surga yaitu orang tua, istri-istri, dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk Surga. Sampai sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi."

    Anak bisa mengangkat derajat orang tua mereka. Orang tua pun bisa menarik anaknya ke tingkatan Surga yang lebih tinggi. Pertemuan lintas generasi dengan usia sebaya ini terjadi mengingat Allah Ta'ala dengan sifat rahman dan rahim-Nya menghubungkan dan mempertemukan mereka. Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi agar bisa berkumpul di dalam Surga yang sama derajutnya.

    Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala,

    وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَلَّهُمْ دُرَيْتُهُمْ بِإِيمَانِ الخطابهم تزيلهم وما التنَاهُم مِن عملهم مِنْ شَيْءٍ كُلَّ أَمْرِي بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

    "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Ath-Thur: 21)

    Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan, bahwa maksud dari Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka yaitu, anak cucu mereka kelak di Surga, sehingga jadilali anak cucu mereka sama derajatnya dengan mereka walaupun anak cucu mereka tidak beramal seperti mereka. Ini semua tiada lain sebagai penghormatan terhadap bapak- bapak mereka agar bisa berkumpul dengan anak cucu mereka (di Surga kelak)

    الله أكبر الله اكبر الله أكبر لا إله إلا الله واللهُ أَكْبَرُ الله اكبر وَاللَّهِ الْحَمْدُ

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Allah menetapkan pada penduduk Surga kekal selama-lamanya. Dan sebaik-baik yang kita dengar di antaranya sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,

    الصائم فرحتان فرحة جين يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

    "Ada dua kebahagiaan bagi orang yang melaksanakan puasa, kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb nya" (HR. Al-Bukhari No. 7045)

    Setiap kita akan berbuka puasa, kita mengingat akan pertemuan dengan Allah, dan berdoa, "Ya Allah anugerahkanlah padaku kebahagiaan ketika bertemu dengan-Mu, sebaguinuana Kau bahagiakan aku ketika aku berbuka puasa"

    Tiada kenikmatan yang lebih baik di Surga melainkan bisa memandang wajah Allah. Syaikh Abdurrahman as Sa'di dalam kitab Taisirul Karimir Rahman halaman 899 menjelaskan, "Waktu mereka memandang wajah Allah Fir'ala sesuai dengan tingkatan Surga yang mereka tempati."

    "Karenanya," lanjut beliau, "Ada yang melihat-Nya setiap hari di waktu pagi dan petang dan ada yang melihat- Nya hanya satu kali dalam setiap pekan. Pemberian yang mulis itu sermata dikarenakan rahmat Allah."

    Demi Allah, bagaimana sekiranya berita pada saat itu adalah kita bersama kedua orang

    tua kita dan orang-orang yang kita cintai di Surga bersama-sama memandang Wajah Allah tanpa berdesak-desakan?

    Maka, tada pernah ada kebahagiaan dan kenikmatan sebaik itu. Cukuplah firman Allah ini menggambarkan,

    وجوة يُوْمَيذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا ناظرة

    "Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabb-nya lah mereka melihat." (QS. Al-Qiyamah: 22-23)

    اللهم إني أسألك لذة النظر إلى وجهاد، والشوق إلى لقائك فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ

    "Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan don fitnah yang menyesatkan." (HR. Nasa'i No. 1229)

    اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لا إله إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

    Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

    Demi mengingat perkara ini, bahwa sesuatu yang terbesar yang bisa menghalangi memandang wajah Allah adalah sebuah kemaksiatan, maka kita tidak akan melakukan kemaksiatan itu selama-lamanya. Kedudukan ahli maksiat sebagaimana Allah Ta'ala jelaskan,

    كلا إلهم عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونُ

    "Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benasbenar terhalang dari memandang wajah Rabb nуа." (QS. Al-Muthaffifin: 15)

    Karenanya, kita tidak akan membiarkan anggota keluarga kita melakukan tindakan bodoh dan konyol yang bisa mencelakakan dirinya dan menggelincirkannya ke neraka, sehingga bisa memupus harapan bersama kembali di jannah-Nya, apalagi memandang wajah-Nya.

    Begitu pun Ramadhan yang telah berlalu, kita tidak akan merusak prestasi amal yang telah kita usahakan sebaik- baiknya, rusak karena godaan memperturutkan syahwat. Sampai kita hanya mengetahui bahwa Ramadhan terakhu kita adalah yang terbaik. Wallahul musta'an,

    Dan demi mengingat betapa mulianya Allah Ta'ala, kebesaran, keindahan, dan kesempurnaan-Nya, maka hati pun dipenuhi kerinduan pada nikmat yang agung ini.

    Tiada henti meminta agar keturunan kita senantiasa berada di atas keimanan serta menyempurnakan ketaatannya kepada Allah subhanahu watu 'ala.

    Setiap kali kita rindu dengan orang-orang yang kita cintai, maka kita pun rindu untuk bertemu Allah Ta'ale sebagai sebaik-baik karunia yang dianugerahkan-Nya.

    Kepada para muslimah yang dimuliakan Allah!

    Islam memuliakan Anda dengan anugerah yang luar biasa. Islari menjadikan Anda sebagai salah satu pilar utama kejayaan umat dan bangsa ini. Namun itu takkan terjadi kecuali jika Ands, wahai muslimah, mewujud menjadi seorang wanita yang bertaqwa kepada Allah. Jagalah ibadah Anda dengan penuh kesungguhan. Jagalahı kehormatan diri dengan mengenakan hijab yang disyariatkan oleh Allah Azza wa Jolla. Muslimah yang bertaqwa akan membawa keberkahan untuk dirinya, keluarganya, bangsa dan umatnya.

    Wahai setiap istri jadilah sandaran jiwa bagi suami anda, hadirjah dalam suka dan dukanya, bersamai itu semua dengan cinta dan iman agar abadi cintamu hingga gerbang istanamu di Jannah Allah.

    Wahai setiap ibu, usaplah jiwa buah hatimu dengan sentuhan kasih sayang yang berbalut taqwa, genapi hatinya dengan kharvah, bersamai hari-harinya dengan ibadah, jangan biarkan liarnya kehidupan menangsa anak belahan jiwamu. Sisihkan waktu dan hatimu buat mereka.

    Wahai setiap ayah, andalah andalan sejatinya. Anda adalah "Ibrahim" bagi setiap "Ismail" di rumah anda, anda adalah "Muhammad" bagi setiap "Fatimah" dalam keluarga anda. Maka bicaralah kepada setiap anakmu, sentuh hatinya dengan cinta, basuh qalbunya dengan iman, hiasi kebersamaanmu dengan bahagia dalam Jihad di jalan Allah, rongkuh mereka dalam doa-doamu yang tiada benti, itulah jembatan Surga yang sejati.

    Mari kita bersama-sama berdoa, mohon kepada Allah Ta'ala. Ketika dengan rahmat-Nya, Allah Ta'ala menjadikan kita bersaudara di dunia, semoga kelak di akhirat kita akan dikumpulkan kembali bersama seisi keluarga di Surga.

    Semoga Allah subhanahu wata ala meneguhkan setiap langkah kita. Semoga Allah subhanahu want ala mengampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah subhanahu wata ala menerima tiap butir amal ibadali kita. Aamin ya mujibassä-illn.

    الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف أنبيائه وأفضل رسله وعلى آله وصحبه

    Rabbana...

    Kami-lah sekumpulan hambaMu yang penuh kehinaan. Dalam diri kami tiada apapun yang dapat kami sombongkan. Durhaka kami yang tak benti-henti. Maksiat kami yang terus terjadi siang dan malam. Kelalaian kami padaMu terus berulang. Semuanya tiada yang luput dari pengawasan dan pengetahuanMu, ya Allah. Nafsu kami terus membakar, tapi kami sungguh-sungguh takut pada adzab dan siksa NerakaMu, ya Allah...

    Maka kepada siapa lagi kami harus mengadukan dosa dan durhaka diri yang memenuhi diri ini selain kepadaMu. ya Allah? Engkau sajalah Robě kami. Engkau sajalah lah yang kami ibadahi. Engkau sajalah Sang Maha Pengawpun. Maka ampunilah, ampunilah segenap kelam dosa dan maksiat kami, ya Allah...

    Rabbana...

    Dalam kehinaan yang tiada tara ini, kami bersimpuh padaMu, ya Allah kami memohon liputilah ayah-bunda kami dengan keberkahan tiada henti dalam hidup dunia maupun akhirat mereka. Limpahkan kebahagiaan dalam hidup mereka. Berkahi sisa usia mereka dalam ibadah dan ketaatan padaMu, ya Allah.

    Sedangkan kami, hamba-hambaMu yang hina ini, ampunilah segala kedurhakaan dan ketidakperhatian kami kepada mereka. Berikan kami kesempatan untuk terus mengukir bakti-haicti terbaik kepada mereka di sepanjang hayat kami, ya Allah...

    Rabbana...

    Indonesia, negeri yang Engkau titipican kepada kami, sedang mengalami dan melewati hari-hari yang sungguh mengkhawatirkan kami. Negeri yang Engkau merdekakan dengan Ruhmat-Mu ini dengan sangat terang benderang telah menjadi sasaran tangan-tangan khianat yang keji, yang tak segan dan ragu merampas kemerdekaan kami demi memuaskan nafisu rakus dan tamak mereka.

    Maka hari ini memohon pudaMu, ya Allah, dengan segala keMahaperkasannMu, dengan segala keMahabesaranMu, atas nama semua hambaMu yang terzhalimi, hancurkan tangan-tangan khianat itu bersama makar-rmakar mereka.. tenggelamkan tangan-tangan khianat itu bersama seluruh pendukungnya....

    Rabbana, karuniakan negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin: para pemimpin yang selalu takut hanya padaMu, para pemimpin yang mengasihi kami, yang memimpin kami dengan keadilan, yang dengan izinMu-ya Allah-membawa negeri ini pada kemakmuran yang Kau ridhai,

    Rabbana...

    Dengan kasihMu yang Mahaluas, dengan kuasaMu yang Mahaperkasa, kami memohon dengan sepenuli jiwa, hadirkanlah pertolongan dan kemenangan Mu-kepada saudara-saudara kami yang sedang berjihad dan berjuang menegakkan kedaulatan mereka di Palestina dan Suriah, serta di wilayah manapun dari bumiMu ini, ya Allah....

    Rabbana...

    Karuniakan rahmat dan keberkahanMu yang tak bertepi kepada para ulama, para ustadz, para guru dan siapa saja yang telah mengantarkan kebaikan dan keshalihan kepada kami. Kepada para ulama dan ustadz yang tak kenal jemu menasihati kami... kepada guru-guru mengaji kami yang menuntun lisan ini mengeja ayat-ayat Mu... Kasihi mereka dan keluarga mereka... Pertemukan kami kembali di dalam limpahan karunia dan nikmatMu di dalam Jannatul Firdaus....

    Rabbana...

    Tak ada yang dapat mengabulkan doa-dou dan permohonan hati ini selain Engkau saja satu-satuNya. Maka kabulkanlah, ya Allah... Kabulkanlah, ya Allah...

    ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار :

    وصلى الله وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

    وآخر دعوانا أن الحمد الله رب العالمين

    Tidak ada komentar

    Opedi memerlukan kritik dan saran dari sobat Opedi demi kelangsungan blog ini.
    Buat yang sekadar ingin komentar dipersilahkan.
    Budidayakan berkomentar dengan perkataan yang baik.

    Advertisement