True
GRID_STYLE
TRUE

Breaking News

latest

Advertisement

"42 Situs Warisan Dunia Terbaru yang Memperkaya Warisan Manusia dan Alam"

Pada 25 September dalam sesi rapat ke-45 Komite Warisan Dunia UNESCO, dunia menyaksikan pengumuman 42 situs baru yang telah diny...

    Pada 25 September dalam sesi rapat ke-45 Komite Warisan Dunia UNESCO, dunia menyaksikan pengumuman 42 situs baru yang telah dinyatakan sebagai Warisan Dunia. Dalam jumlah tersebut, 33 situs dikategorikan sebagai warisan budaya, sementara sisanya merupakan situs alam. Langkah ini mengangkat total jumlah situs warisan dunia menjadi 1.199 yang tersebar di 168 negara di seluruh dunia.

    Penambahan yang patut dicatat termasuk tempat peringatan Gaya Tumuli di Korea Selatan, yang menghormati Konfederasi Gaya kuno yang menguasai wilayah tersebut antara abad pertama hingga keenam SM. Selain itu, terdapat benteng zaman Viking di Denmark dan Anticosti di Kanada, yang merupakan situs fosil terbaik yang terjaga dari kepunahan massal pertama di bumi.

    Afrika juga menyumbangkan tiga situs warisan dunia baru, menjadikan total mereka mencapai 100 situs warisan dunia. Ketiga situs ini adalah "situs kenangan," yang bertujuan untuk mengenang peristiwa besar dalam sejarah. Selain itu, Museum dan Situs Kenangan ESMA di Argentina, yang dulu merupakan pusat penahanan, penyiksaan, dan pemusnahan, juga ditambahkan ke dalam daftar warisan dunia.

    Ditetapkannya suatu situs sebagai warisan dunia adalah pengakuan penting terhadap nilai budaya dan alaminya. Ini memberikan perlindungan tertinggi di dunia terhadap warisan tersebut dan membuka pintu bagi bantuan teknis dan finansial dari UNESCO.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa status 'warisan dunia' tidak selalu dianggap sebagai berita baik. Contohnya adalah Venesia, yang saat ini sedang dalam pertimbangan untuk dimasukkan dalam daftar warisan dunia yang terancam bahaya oleh UNESCO.

    Selain dari 42 situs warisan dunia baru ini, ada juga lima situs yang telah ada sebelumnya dan kini diperluas. Ini adalah langkah penting dalam melestarikan dan menghormati warisan manusia dan alam kita.

    Tidak ada komentar

    Opedi memerlukan kritik dan saran dari sobat Opedi demi kelangsungan blog ini.
    Buat yang sekadar ingin komentar dipersilahkan.
    Budidayakan berkomentar dengan perkataan yang baik.

    Advertisement